jump to navigation

Cara Berbusana dan Bidang Kerja March 5, 2010

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, artikel kerja, dunia kerja, hubungan dikantor, hubungan kerja, Karyawan, kerja dikantor, Lingkungan Kerja, Marketing, masaah kerja, menghadapi teman kerja, Prestasi Kerja, profesi kerjaan, profesional kerja, sukses dikantor, sukses kerja, tips dan trik kerja, tips kerja, tips kerja dikantor, trik dikantor, trik kerja, Wanita dan Pekerjaan.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

“Pake baju apa hari ini ya..?” Mungkin anda pernah bertanya-tanya seperti ini setiap kali membuka lemari pakaian saat ingin berangkat kerja. Kebingungan macam ini memang wajar bagi karyawan di suatu kantor yang tidak memberlakukan seragam. Tapi sebenarnya anda nggak perlu bingung, dalam menentukan busana kerja anda cukup menyesuaikannya dengan jenis dan budaya perusahaan serta pekerjaan anda sehari-hari.

Karena tentu gaya berbusana karyawan bank berbeda dengan karyawan di bidang pers, biro iklan, atau pekerja seni lainnya. Dalam berbusana formil, karyawan karyawati sebuah bank seringkali dijadikan trendsetter. Maklum, mereka memang selalu dituntut tampil rapih, bersih, dan wangi. Terutama karyawan bank yang berada di garis depan seperti customer service atau teller. Karena mereka ini menjadi ujung tombak sebuah bank dalam menawarkan produk dan berhadapan langsung dengan customer.

Memang, jenis dan budaya perusahaan mempengaruhi cara dan gaya berbusana karyawannya. Bagi para pekerja kreatif seperti iklan, pers, misalnya wartawan, fotografer, copy writer, designer grafis, dan para pekerja seni gaya berbusana mereka terkesan lebih casual. Karena dalam bekerja selain mereka memang dituntut untuk lebih kreatif, kadang mereka pun dituntut untuk lebih aktif secara fisik. Jadi harap dimaklumi kalau mereka merasa ‘gerah’ memakai busana formil. (more…)

Hadapi Si Iri Hati di Kantor September 15, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, Karyawan, kerja tim, Lingkungan Kerja, tips dan trik kerja, tips kerja.
Tags: , , , , , , , , , , ,
1 comment so far

Dalam lingkungan kerja, anda tidak bisa menghindari interaksi dengan rekan-rekan di kantor. Anda dituntut untuk pandai bergaul dan menyesuaikan diri. Karena kepiawaian anda dalam berinteraksi plus komunikasi terbukti cukup jitu untuk mendongkrak karir anda. Tapi masalahnya, tidak semua rekan kerja itu menyenangkan loh.

Bahkan berdasarkan pengalaman banyak orang, nyaris di setiap kantor ada saja rekan kerja yang bersikap tidak simpatik dan tidak menyenangkan. Di antara sikap yang tidak simpati adalah sikap sirik alias iri hati. Memang, persaingan yang cukup ketat di lingkungan kerja terkadang menimbulkan benturan-benturan di antara sesama rekan kerja. Keberhasilan seseorang tak jarang dihadapi dengan rasa iri hari dan dengki oleh rekan lainnya.

Sebetulnya sikap iri hati itu adalah hal yang cukup manusiawi. Karena tiap orang tentu ingin sukses juga seperti orang lain di lingkungannya. Tapi pada kenyataannya orang yang iri hati banyak yang melakukan aksi destruktif terhadap orang yang ia anggap pesaingnya. Bahkan seringkali ia menganggap pesaing sebagai musuh. Sehingga ia menumbuhkan sikap sentimen terhadap orang yang menyainginya. Tak jarang ia melakukan tindakan yang berbahaya demi memuaskan rasa iri hatinya. Misalnya memfitnah dan menyebarkan kabar buruk tentang orang yang membuatnya iri hati. Dan setiap bertemu muka ia akan pasang wajah masam. Mengerikan ya…?

(more…)

Mengatasi Kekurangan Waktu September 7, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, Karyawan, Prestasi Kerja, tips dan trik kerja, tips kerja.
Tags: , , , , , ,
add a comment

Kekurangan waktu adalah alasan klasik bagi banyak karyawan yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan. Pada intinya mereka mengatakan pekerjaan terlalu banyak sedangkan waktu terlalu sempit. Akhirnya mereka tidak bisa mengejar deadline! Tapi apakah benar demikian? Apakah setiap anda tidak memenuhi deadline selalu karena kekurangan waktu?

Memang, selama ini banyak yang mengklaim ‘waktu’ sebagai biang keladi tidak terselesaikannya pekerjaan. Padahal sesungguhnya ini lebih kepada pengelolaan waktu yang kurang efektif dan efisien. Kebanyakan orang-orang yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu adalah mereka yang hobi ‘menunda pekerjaan’. Jika ada waktu luang mereka lebih senang memanfaatkannya untuk kegiatan lain seperti chatting, ngobrol, ataupun bercanda. Akibatnya pekerjaan selalu tertangguhkan.

Lebih parah lagi, banyak yang sengaja menyelesaikan pekerjaan justru di detik-detik terakhir waktu deadline. Memang sih, pekerjaan bisa aja selesai tapi hasilnya kurang memuaskan jika dibanding mengerjakannya sejak awal. Sederet kekurangan akan terlihat jika anda mengerjakan pekerjaan pada waktu yang mepet. Celakanya akibat mengerjakan di waktu yang sempit itu, kadang pekerjaan jadi tidak selesai. Nah sikap menunda itu berdampak buruk kan? Selain membentuk pribadi yang tidak tepat waktu, terlalu sering menunda juga akan melunturkan tanggung jawab.

(more…)

Hargai Juga Waktu untuk Istirahat! September 7, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, Karyawan, Prestasi Kerja, tips dan trik kerja, tips kerja.
Tags: , , , , , ,
1 comment so far

Sibuk kerja dan lupa waktu merupakan fenomena umum bagi kalangan profesional di kota-kota besar. Bahkan banyak yang membuat pengakuan sangat menikmati kesibukannya. Padahal di balik pengakuannya tersebut, sesungguhnya orang-orang sibuk juga mendambakan waktu istirahat. Mereka mendambakan waktu dimana mereka bisa membebaskan diri segala macam tetek bengek pekerjaan.

Tapi tahukah anda? Salah satu kesalahan banyak pekerja keras, adalah ‘melupakan istirahat’. Padahal istirahat sedemikian penting untuk mengendorkan urat-urat syaraf anda yang tegang saat menyelesaikan pekerjaan. Tapi pada kenyataannya para executive muda dengan segudang kesibukan lebih senang melupakan istirahat daripada meninggalkan pekerjaannya sejenak. Mereka seakan bangga dan bahagia dengan kesibukannya yang padat.

Mereka yang tidak suka istirahat umumnya penuh ambisi dalam mengejar karir. Apalagi selama ini kesuksesan karir juga diikuti kemajuan materi. Karena itu mereka cenderung menganggap bahwa istirahat hanya membuang-buang waktu dan mengurangi jatah mencari duit. Bahkan mereka seringkali berpikir bahwa mengambil cuti saat karir tengah menanjak adalah hal yang tabu dan pantang dilakukan.

(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.