jump to navigation

10 Cara Meningkatkan Kekuasaan August 31, 2009

Posted by forjulian in Perusahaan, Tindakan Atasan, tips kerja.
Tags: ,
trackback

Pemimpin atau leader pasti memiliki kekuasaan terhadap sejumlah staf dan anak buahnya. Makanya ada yang menyebut pemimpin dengan istilah ‘sang penguasa’. Namun kekuasaan tersebut tidak mampir begitu saja ke pundak seorang pemimpin. Untuk menjadi pemimpin yang mampu berkuasa dengan baik Anda harus melewati serangkaian proses.

Pakar karir Stephen R. Covey mengatakan bahwa kekuasaan seorang pemimpin baru sah jika pemimpin itu dihormati, dihargai dan secara tulus diakui oleh orang lain. Untuk lebih jelasnya Anda perlu mengenali 10 saran dari Covey yang dapat meningkatkan kekuasaan seorang pemimpin di bawah ini:

Sikap persuasive

Dengan bersikap persuasif Anda mempertahankan rasa hormat yang tulus terhadap ide dan perspektif para pengikut sambil tetap memberikan alasan yang kuat bagi kekuasaan dan keinginan Anda. Pastikan Anda tetap dalam proses komunikasi sampai hasil yang menguntungkan dan memuaskan semua pihak tercapai. Oleh karenanya katakan mengapa dan apa sebabnya serta alasan Anda.

Kesabaran

Bersabarlah pada suatu proses. Walau Anda mengalami kegagalan, kekurangan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh para pengikut, kesabaran Anda bisa menjadi antisipasi Anda untuk mencapai tujuan. Pertahankan perspektif jangka panjang dan komitmen pada tujuan-tujuan Anda. Bersabarlah ketika Anda mendapat rintangan dan penolakan jangka pendek.

Kelembutan

Gunakan bahasa yang lembut dan halus untuk mengungkapkan kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap pengikut. Jangan menggunakan kekasaran, kekerasan atau pemaksaan. Sekali Anda melakukannya, mereka justru akan menjauh dan memberontak dari kepemimpinan Anda.

Bersedia belajar dari pengikut

Walaupun Anda pemimpin bukan berarti Anda punya semua jawaban terhadap semua permasalan. Untuk permasalahan yang tidak Anda ketahui jawabannya, Anda harus bersedia meminta pendapat, urun rembug, dan belajar dari anak buah. Hargai sudut pandang, penilaian dan pengalaman lain yang mungkin dimiliki oleh pengikut.

Menerima

Untuk pendapat, pandangan dan kritikan pengikut yang memang bagus bagi perkembangan dan kemajuan divisi, ada baiknya Anda pertimbangkan dan terima. Karena kadang, justru kontribusi mereka memberi dampak yang lebih baik bagi kondisi perusahaan.

Perhatian

Bersikaplah lebih peka, pengertian, perhatian dan bijaksana terhadap semua pengikut. Ketahui apa masalah yang mereka hadapi dan apa yang mereka butuhkan. Kemudian cobalah untuk mencari solusi atas masalah mereka.

Keterbukaan

Anda perlu mendapatkan informasi dan perspektif yang akurat mengenai potensi para pengikut sambil tetap menghargai keadaan mereka sekarang, lepas dari apa yang mereka miliki, mereka kontrol atau mereka kerjakan. Anda juga harus memberikan pertimbangan penuh pada niat, keinginan, nilai dan tujuan-tujuan mereka daripada hanya berfokus pada perilaku mereka.

Konfrontasi keprihatinan

Anda harus mengakui kekeliruan dan kesalahan Anda. Ini sekaligus mengakui adanya kebutuhan para pengikut untuk melakukan ‘koreksi arah’. Semua itu harus dilakukan dalam suasana ketulusan perhatian, kepentingan dan keakraban, menjadikannya aman bagi para pengikut untuk mengambil risiko.

Konsisten

Dengan sikap konsisten, gaya kepemimpinan Anda bukan suatu teknik manipulasi yang Anda gunakan manakala menghadapi kesulitan, krisis atau tantangan. Dengan demikian gaya kepemimpinan itu menjadi seperangkat nilai, suatu aturan pribadi, penjabaran karakter Anda, suatu refleksi dari siapa Anda kini dan menjadi apa nantinya.

Integritas

Anda harus jujur memadukan kata-kata dan perasaan dengan pikiran dan tindakan, demi kebaikan orang lain, tanpa kecurangan atau keinginan untuk menipu, mengambil keuntungan, menyiasati atau mengontrol. Anda harus terus-menerus meninjau kembali niat Anda saat Anda berjuang memperoleh keserasian.

Bagi sebagian orang, prinsip-prinsip dan nilai-nilai kepemimpinan di atas merupakan hal yang cukup berat. Hanya pemimpin dengan kualitas tinggilah yang dapat melakukannya untuk mencapai kekuasaan dalam arti positif. Ingat dengan kekuasaan bukan berarti Anda bisa bersikap sewenang-wenang untuk mencapai apapun yang Anda inginkan. Justru dengan kekuasaan Anda bisa lebih bijak menghadapi orang lain.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: