jump to navigation

Cerita kantor yang Jangan Diungkapkan August 31, 2009

Posted by forjulian in Artikel lama tapi oke, Karyawan, Lingkungan Kerja, Prestasi Kerja, tips kerja.
Tags: , , , , ,
trackback

Sebagai seorang profesional wajar jika anda mengalami banyak hal di luar rumah, sehubungan dengan pekerjaan anda. Baik hal menyenangkan maupun tidak. Tetapi ada beberapa hal yang anda alami maupun rasakan di kantor yang terlarang anda ungkapkan pada pasangan. Loh kenapa?

Memang, menyampaikan perasaan dengan jujur terhadap pasangan, entah itu pacar, tunangan, suami atau istri memang hal yang patut dilakukan. Tetapi anda harus pandai memilah mana yang perlu diungkapkan dan mana yang tidak. Anda tidak bisa menyampaikan segala apa yang anda rasakan dan alami mentah-mentah pada pasangan. Dalam hal ini harus mempertimbangkan dampak yang terjadi jika anda jujur menceritakan sesuatu. Nah coba simak cerita di kantor yang sebaiknya jangan diceritakan pada pasangan:

-Menceritakan kekaguman anda terhadap pada bos

Kagum sama orang lain selain pasangan memang cukup manusiawi. Apalagi kagum sama bos yang notabene atasan anda. Kecerdasannya memimpin, kebijaksanaannya, kepandaiannya, dsb bisa membuat anda kagum tiada habisnya pada si bos. Tetapi jangan sampai hal ini anda ceritakan pada pasangan anda. Karena meski ia seakan maklum tapi dalam hatinya pastilah merasa tidak nyaman dengan cerita anda. Bisa-bisa ia akan merasa khawatir setiap kali anda berangkat ke kantor. So, biarlah kekaguman anda pada bos atau rekan kantor lainnya, menjadi konsumsi cerita pribadi. Simpanlah kekaguman anda dan refleksikan dalam bentuk positif. Misalnya anda menjadi lebih bergairah kerja, kreatif, dsb.

Jangan ceritakan tentang pengagum anda di kantor

Sekedar bercerita bahwa anda memiliki banyak teman di kantor, its oke. Tapi nggak perlu diceritakan siapa-siapa yang kagum dan kepincut pada anda. Percaya deh, tanpa perlu cerita, dia pun sadar jika anda banyak pengagumnya. Seringnya menceritakan para pengagum anda di kantor, membuat ia berpikir bahwa anda norak, geer, dan terlalu percaya diri. Lama-lama ia bisa muak mendengar cerita anda yang satu ini.

-Jangan permasalahkan penghasilan anda yang lebih besar

Kadang, penghasilan anda yang lebih besar (terutama jika anda wanita) bisa memicu masalah yang tidak kecil. Saat anda membayangkan enaknya punya pacar atau suami yang bisa memberikan berbagai fasilitas karena penghasilannya yang besar, anda justru sibuk memikirkan pengeluaran yang bertambah semenjak berhubungan dengannya. Kalau dipikirin terus, hal ini bisa bikin uring-uringan. akibatnya bisa saja tercetus ketidakpuasan anda padanya karena kecilnya penghasilan dia. Ini bisa bikin dia ‘down’ dan minder. Padahal kalau cinta, perhatian dan kasih sayangnya cukup besar, cobalah untuk memaknainya dibanding nominal yang dihasilkannya. Percaya deh, dengan kekuatan cinta, pastilah ia akan berusaha membahagiakan anda dengan meningkatkan kondisi keuangannya.

-Jangan ceritakan kisah selingkuh teman anda di kantor

Kisah selingkuh di perkantoran memang bukan cerita aneh lagi. Mungkin ada beberapa teman anda di kantor yang terlibat skandal perselingkuhan. Walaupun bukan anda yang berselingkuh, jangan sekalipun ceritakan perselingkuhan teman anda pada pasangan. Karena biasanya pasangan anda akan menganggap andapun tidak jauh berbeda dengan kondisi teman anda yang berselingkuh.

-Jangan ceritakan kegemaran chatting di kantor

Meski anda doyan chatting di kantor, nggak perlu ceritakan pada pasangan anda. Karena bisa saja pasangan menganggap anda masih berupaya mencari pasangan lewat chatting. Jadikan kegemaran chatting ini sebagai penyemangat anda saat anda jenuh. Dan jangan ceritakan anda punya banyak teman lawan jenis di chatting. Bisa-bisa ia akan melarang anda ke kantor.

Ingat, seberapapun dekatnya anda dengan pasangan, adalah hak anda untuk memiliki rahasia pribadi. Pandai-pandailah memilah mana yang pantas diungkapkan pada pasangan dan mana yang tidak. Bukankah something better left unsaid?. Termasuk semua cerita dan kisah seru yang terjadi di kantor anda. Jika anda sadar keterusterangan anda akan menyebabkan konflik dan perasaan nggak enak, lebih baik simpan saja baik-baik cerita anda. Tetapi jika anda yakin cerita tersebut tidak akan membahayakan hubungan anda, lakukanlah. Selamat memilah cerita..!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: