jump to navigation

Haruskah Terus Terang Pada Bos? August 31, 2009

Posted by forjulian in Artikel lama tapi oke, Karyawan, Lingkungan Kerja.
Tags: ,
trackback

Karyawan manapun berhak mencari kesempatan kerja yang lebih baik sekalipun saat ini ia berstatus sebagai karyawan tetap di suatu perusahaan. Karena karyawan tetap, bukanlah harga mati untuk tidak bisa ‘hunting’ pekerjaan lain. Lagipula tidak ada satu peraturan pun yang melarang karyawannya untuk menemukan karir yang lebih baik di tempat lain.

Tapi bisa dimaklumi jika Anda bingung menentukan sikap saat Anda berniat mencari karir lain. Anda bingung apakah harus terus terang pada bos atau tutup mulut? Atau bisakah Anda curhat pada rekan kantor?

Untuk menjawabnya ada beberapa saran terkait. Jika rekan kantor itu cukup dekat dan akrab dengan Anda plus pintar jaga rahasia, bolehlah berbagi cerita membicarakan niat Anda. Karena jika Anda mesti “menghilang” beberapa jam untuk keperluan wawancara, dia bisa “menyelamatkan” Anda, dengan membuat alasan yang masuk akal. Namun jika Anda ragu dengan “kredibilitas” rekan kantor Anda, lebih baik Anda rahasiakan masalah ini darinya .

Bagaimana halnya dengan atasan, haruskah Anda memberitahunya? Sebaiknya jangan. “Bisa saja dia tersinggung, lalu langsung mencari pengganti dan membiarkan Anda pergi. Padahal saat ini Anda belum tentu sudah diterima di perusahaan yang baru,” saran Janice LaRouche, penulis Strategies for Women at Work.

Namun jika secara psikologis hubungan Anda sangat dekat dengan atasan, berbagi cerita dapat membuatnya merasa dihargai, baik sebagai teman maupun sebagai bos. Tapi dengan catatan, Anda sudah pasti diterima di perusahaan baru. Jika belum, sebaiknya tunda dulu sampai ada kepastian. Kalau perlu mintalah saran dan pendapatnya tentang rencana Anda di tempat baru.

Namun, jika hubungan Anda dengan bos hanya sebatas atasan dan bawahan, lebih baik tutup mulut saja dan bicarakan saat Anda positif diterima perusahaan baru. Dengan demikian Anda bisa memberikan bukti-bukti tertulis bahwa Anda sudah diterima di perusahaan lain. Selanjutnya Anda tinggal mengatur strategi sebagai pendatang baru di perusahaan lain. Anda setuju?

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: