jump to navigation

Memerangi Sikap Malas August 31, 2009

Posted by forjulian in Artikel lama tapi oke, Karyawan, Lingkungan Kerja, tips kerja.
Tags: , , , ,
trackback

‘Penyakit malas’, terutama malas bekerja memang pernah menghinggapi nyaris semua orang. Akibatnya jika ‘kumat’ malasnya, seseorang seringkali berdalih macam-macam agar dimaklumi untuk tidak bekerja. Menurut psikolog, malas merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan. Pasalnya pengaruh malas ini cukup besar terhadap produktivitas.

Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami stag. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun nggak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat Anda bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’.

Pada era globalisasi, perilaku malas sangat merugikan. Sebab, pada era ini berlaku nilai siapa yang mampu dan produktif, dialah yang akan berhasil. Coba bayangkan bagaimana seseorang bisa mencapai prestasi jika selalu malas belajar, malas bekerja, dan malas berusaha? Tapi perlu Anda ketahui, perilaku ini bukanlah kartu mati yang tidak bisa diubah. Menurut pakar psikologi, seseorang berperilaku malas terhadap pekerjaan atau suatu kegiatan karena dia tidak memiliki motivasi yang kuat setiap kali mengerjakan sesuatu.

Seseorang yang malas terhadap suatu pekerjaan, motivasi dia terhadap pekerjaan tersebut sangat rendah. Sikapnya terhadap pekerjaan itu negatif akibat persepsi yang diberikannya terhadap pekerjaan itu kurang baik. Ini lantaran sistem nilai yang ada dalam dirinya membuat dia berperilaku malas untuk melakukan pekerjaan itu. Sementara terhadap pekerjaan lainnya mungkin tidak begitu.

Jadi, perilaku malas merupakan hasil suatu bentukan. Artinya, perilaku itu bisa dibentuk kembali menjadi baik atau tidak malas. Pembentukan kembali perilaku seseorang tadi sebetulnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, bisa orang tua, teman, atau orang lain di sekitarnya. So, dalam mengubah perilaku seseorang, yang paling mendasar adalah mengubah persepsinya. Untuk itu, perlu mempelajari dan mengambil sistem nilainya yang bisa mengubah persepsinya atau memberikan sistem nilai lain yang baru baginya.

Jadi, perilaku manusia pada dasarnya dapat diubah. Menurut Dollard & Miller, psikolog asal AS, perilaku manusia terbentuk karena faktor ‘kebiasaan’. Jika seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu juga sebaliknya. Sehingga jika Anda tergolong pemalas, jalan untuk merubahnya adalah dengan membiasakan diri untuk melawan sikap malas.

Dollard & Miller menambahkan, ‘teori belajar’ juga cocok untuk merubah sikap malas. Belajar disini dijabarkan ‘memberikan stimulus (rangsangan) agar terbentuk respons sehingga menimbulkan drive atau dorongan untuk berperilaku. Dan kalau berhasil, Anda akan mendapatkan reward atau imbalan.

Pendek kata, sikap malas harus segera dirubah. Karena jika Anda terperangkap pada sikap malas terus menerus, Anda akan menjadi pribadi yang apatis, pesimis, dan tidak punya tujuan hidup yang lebih positif. Akibatnya Anda tidak akan pernah mendapatkan apa-apa selain kemunduran kualitas diri. Maka jika Anda termasuk ‘pemalas’ buruan deh ubah. Lawan dan perangi penyakit malas, sebelum terlambat. Dan Anda yang tidak punya penyakit malas, pertahankan sikap Anda. Sukses untuk Anda..!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: