jump to navigation

Menghadapi si Pasif Dalam Tim August 31, 2009

Posted by forjulian in Karyawan, kerja tim, Tindakan Atasan, tips kerja.
Tags: , , , , , ,
trackback

Dalam kerja tim, setiap anggota dituntut untuk aktif memberikan kontribusi terbaik bagi timnya. Karena dalam satu tim tidak ada istilah keberhasilan individu melainkan keberhasilan kelompok. Sehingga masing-masing individu yang tergabung di dalamnya diharapkan dapat mengerahkan segenap kemampuannya demi kemajuan bersama.

Tapi bagaimana jika dalam satu tim itu terdapat rekan yang pasif? Saat yang lain sudah ‘berlari’, sementara rekan yang pasif hanya diam di tempat. Tentu rekan macam ini sangat tidak mendukung tim Anda bukan? Lalu bagaimana menghadapinya?

Memiliki rekan kerja yang pasif, untuk sebagian orang mungkin tak masalah. Malah si pasif bisa menjadi ‘senjata tersembunyi’ yang mampu menampilkan Anda sebagai karyawan teladan, karena potensi si pasif jauh di bawah Anda. Tapi sesungguhnya, bagi sebuah teamwork, rekan yang pasif cukup melelahkan dan merepotkan rekan-rekan lainnya. Karena apa yang menjadi tugasnya dalam tim seringkali menjadi beban rekan-rekannya yang lain.

Mengeluarkan si pasif dari kelompok tentu bukan cara bijak. Tetapi membiarkannya dalam kepasifan juga bukan langkah yang bijak. Untuk mengatasinya tips di bawah ini mungkin bisa menolong Anda:

Lebih tegas

Kadang sikap pasif rekan yang pasif dipengaruhi oleh banyaknya toleransi dan sikap penuh pemakluman di dalam tim. Misalnya setiap kali ia belum siap dengan pekerjaannya, Anda maklum. Dia tidak bisa hadir dalam rapat Anda no problem. Kalau begini terus ia tidak akan belajar aktif. Maka tak perlu sungkan bersikap tegas demi kebaikan bersama.

Jangan ragu menegur

Jika menyadari kesalahannya, jangan diam saja. Setiap kali ia lalai, lupa, atau malas tegurlah dengan tegas. Kalau perlu buat daftar teguran yang bisa Anda ungkapkan tiap hari. Tentu saja komunikasikan dalam bahasa yang santun, agar tidak ada salah paham.

Cerdas dalam pembagian kerja

Banyak kesalahan dilakukan terhadap si karyawan pasif. Karena dia sulit bekerja cepat, maka dia diberikan pekerjaan yang mudah. Ini akan memperparah keadaan. Biarkan Anda dan dia mengerjakan tugas yang rata. Jangan lupa tekankan padanya jika dia malas-malasan mengerjakan tugasnya akan mempengaruhi hasil kerja yang lain.

Jangan sering menghandle pekerjaannya

Jangan keseringan meng’cover’ pekerjaannya yang terabaikan. Jika ingin membantu, lebih baik ajarkan dia cara mengerjakan tugas lebih cepat.

Jangan ikut-ikutan pasif

Kadang gaya dan ritme rekan kerja mempengaruhi rekannya yang lain. Waspada, jangan sampai Anda terbawa-bawa pasif. Justru Andalah yang harus mempengaruhinya untuk lebih sigap, smart, kreatif, sekaligus disiplin.

Pada dasarnya masalah yang dihadapi oleh tiap individu adalah tanggung jawab bersama. Jika Anda dan rekan-rekan lain peduli dan saling menyemangati tentu tim Anda akan lebih solid dan berhasil mencapai sukses. Nah lebih bijak jika Anda dan rekan-rekan membantunya untuk menjadi aktif bukan..? Selamat bekerja..!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: