jump to navigation

Merubah si Pemalas Menjadi Hardworker August 31, 2009

Posted by forjulian in kerja tim, Prestasi Kerja, Tindakan Atasan, tips kerja.
Tags: , , , ,
trackback

Jika anda bos, pasti deh merasa gerah jika punya anak buah yang pemalas. Selain menghambat proses delegasi, staf yang pemalas pun membuat rekan-rekannya terkena imbas sikap pemalasnya. Karena rekan-rekannya seringkali harus ikut terlibat dalam menyelesaikan pekerjaannya. Akibatnya, banyak yang keberatan dengan sikap si pemalas ini.

Nah, sebagai bos wajar jika anda pusing menghadapi si pemalas. Tapi, kini anda nggak perlu pusing berlarut-larut. Karena ternyata ada cara jitu untuk merubah si pemalas menjadi hard worker. Marcus Buckingham, asisten penulis Now Discover Your Strength mengatakan bahwa ada alasan tersendiri mengapa salah seorang karyawan menjadi pemalas.

“Selain kurangnya tanggung jawab, salah satu penyebab karyawan menjadi pemalas adalah karena mereka merasa apa yang mereka minati selalu diabaikan,” ungkap Marcus. Selain itu mungkin juga karena pengawasan yang longgar.

Nah, setelah mengetahui penyebab kepemalasannya, anda bisa merubahnya menjadi hardworker. Cari tahulah apa yang menjadi minatnya dan apa yang membuatnya bersemangat. Beri ia kesempatan untuk mengaktualisasikan minatnya sehubungan dengan tugasnya. Kemudian tekankan bahwa pekerjaan yang harus ditanganinya merupakan tugas yang cukup penting. Dengan demikian, ia akan berpikir seratus kali jika ingin mengabaikan pekerjaan.

Jangan lupa, beri pujian setiap kali ia berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Dalam hal ini anda juga bisa minta dukungan pada rekan-rekannya untuk menyemangatinya dalam menyelesaikan pekerjaan. Paling tidak, jika sikap pemalasnya lagi kambuh, ada yang akan mengingatkannya.

Satu lagi cara untuk mengantisipasi sikap malasnya, buatlah deadline yang cukup ketat, dengan membuat jadwal deadline setiap hari. Selain membuat pekerjaan mudah ditangani, deadline akan menumbuhkan tanggung jawab pada masing-masing karyawan tanpa membuat mereka merasa dikontrol setiap hari. Yang jelas mereka harus menyadari deadline yang berlaku, dengan atau tanpa bos yang mengawasinya. Deadline yang cukup ketat juga akan membuat karyawan lain bekerja lebih efektif dan efisien.

Jika cara tersebut belum berhasil, jangan putus asa. Carilah cara lain. Tapi ingat jangan mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan sehubungan dengan kepemalasannya. Hal ini akan memperparah sikap malasnya. Cobalah lakukan pendekatan personal. Rangkullah ia dan buatlah ia mengemukakan ihwal sikapnya. Mungkin saja ada hal lain yang membuatnya tidak puas selama menjadi anak buah anda. Setelah itu anda bisa membicarakan dan mendiskusikan solusinya.

Tapi, jika semua cara yang telah anda tempuh nggak berhasil juga dan anda sudah melakukannya secara optimal, agaknya kesalahan memang di tangan si pemalas deh. Jangan takut, sebagai bos anda punya wewenang penuh untuk memberi ‘pelajaran’ padanya. Mungkin anda bisa melayangkan surat peringatan pertama padanya. Dan kalau nggak mempan juga, sebagai bos anda pasti tahu dong tindakan apa yang pantas anda berikan pada si pemalas..?

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: