jump to navigation

Solusi Mendidik Anak Bila Ayah-Ibu Bekerja August 31, 2009

Posted by forjulian in Artikel lama tapi oke, bekerja dan keluarga, Karyawan, tips kerja.
Tags: , , , ,
trackback

Bagi orangtua jaman sekarang, membesarkan anak dengan baik bukanlah hal mudah. Mengingat belakangan ini dengan berbagai alasan sosioekonomi, banyak pasangan suami istri yang sama-sama bekerja. Kecenderungan suami istri bekerja menyebabkan pola pengasuhan anak bergeser dibanding puluhan tahun silam. Anak lebih sering menghabiskan waktunya bersama pengasuh, neneknya, atau bersama teman-temannya dibanding bersama orangtuanya.

Menurut Daniel Amen, M.D, Direktur Medis The Center For Effective Living, fenomena tersebut bisa menimbulkan dampak sosial yang cukup serius jika orang tua tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pada anak-anak mereka. Untuk mengatasinya, psikiater anak, remaja dan dewasa ini menyodorkan panduan untuk orangtua yang sama-sama bekerja dalam membesarkan anak anak-anak mereka. Berikut ini panduannya:

Waktu

Terciptanya hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua memerlukan waktu yang memungkinkan mereka berkumpul secara fisik. Namun, mengingat keterbatasan waktu, anda tidak perlu memaksakan masalah kuantitas. Selaku orang tua, anda harus konsisten meluangkan sedikit waktu bersama anak-anak setiap hari. Dalam hal ini yang penting bukan lamanya, melainkan kualitas pertemuan itu sendiri. Ketika bersama mereka, jauhkan gangguan dan konsentrasikan perhatian kita kepada mereka. Dengan demikian akan terjalin hubungan batin yang lebih kuat antara orangtua dan anak.

Dengarkan mereka

Saat bersama anak-anak, dengarkan apa yang mereka katakan. Jadilah pendengar yang baik bagi mereka. Dengan demikian mereka akan lebih bersemangat untuk berbagi perasaan dan pikiran. Sehingga anda tidak akan kesulitan mengetahui perkembangan mereka. Baik secara fisik maupun secara psikis. Ingat, jika ingin memiliki pengaruh dalam kehidupan anak, anda harus menjadi pendengarnya yang baik dan menunjukkan sikap empati pada anak.

Tentukan harapan yang jelas

Tekankan harapan anda pada anak dan apa yang anda inginkan terhadap mereka. Hal ini dapat membentuk perilaku yang lebih baik pada mereka. Jangan ragu untuk melibatkan mereka dalam tugas rumah tangga sehari-hari. Sehingga, secara tidak langsung akan tumbuh etos dan etika kerja serta tanggung jawab terhadap keluarga.

Jangan gantikan kasih sayang dengan materi

Banyak orang tua yang merasa bersalah karena bekerja seharian di luar rumah. Sebagai kompensasinya, mereka membiarkan anak berperilaku buruk dan tidak disiplin. Serta memanjakan anak secara materi. Ingat, jangan gantikan kasih sayang dengan uang dan materi. Memang, memenuhi kebutuhan mereka itu penting tapi jangan sampai materi menjadi tujuan utama yang akan menggerogoti nilai-nilai moral mereka.

Jangan gonta-ganti pengasuh

Satu dari kebutuhan psikologis yang penting bagi anak adalah bahwa ia terasuh dengan baik dan mendapatkan kasih sayang secara terus-menerus. Karena itu anak-anak memerlukan pengasuh selama anda berdua tidak berada di dekatnya. Agar tercipta kecocokan satu sama lain carilah pengasuh yang hubungannya cukup dekat dengan anda, misalnya yang masih ada hubungan saudara. Ini mencegah terjadinya gonti-ganti pengasuh. Ingat keseringan berganti pengasuh dapat membahayakan mental anak. Karena pola pengasuhan yang berbeda-beda akan mempengaruhi kestabilan mental anak.

Pengawasan

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak bermasalah sering berasal dari keluarga yang kurang pengawasan. Jangan lupa, anak-anak tidak begitu saja tahu sejak lahir, mana perilaku yang baik dan mana yang buruk. Mereka perlu diajari dan kemudian diawasi. Karenanya, sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui di mana anaknya, sedang bersama siapa, dan apa yang sedang dilakukan. Memang, anak sering mengeluh kalau ia diawasi ketat, tetapi anak-anak yang tidak diawasi juga sering merasa bahwa orang tua mereka tidak peduli pada mereka.

Beri pujian

Selama ini orangtua cenderung memberi perhatian lebih ketika anak-anak mereka membuat masalah. Sebaliknya, hal-hal baik yang mereka lakukan seringkali luput dari perhatian. Padahal untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya, anda perlu memberi perhatian pada hal-hal baik yang mereka lakukan. Kalau anak merasa diabaikan, secara bawah sadar ia akan berperilaku salah untuk menarik perhatian anda. Maka jangan ragu berikan perhatian sekaligus pujian jika anak-anak berbuat baik.

Berikan hukuman yang mendidik

Orang tua yang bekerja di luar rumah, cenderung mengalami kelelahan dan mudah jengkel. Maka mereka lebih mudah kehilangan kontrol terhadap anak-anak. Ini dapat menimbulkan masalah. Jangan pernah menghukum anak ketika kita sendiri tidak dapat mengontrol diri. Gunakan hukuman untuk mendidik, bukan untuk melampiaskan kemarahan. Dan pilihlah hukuman mengandung pendidikan.

Berikan teladan

Anak belajar berperilaku dari orang tua mereka. Meski manusia tak luput dari kesalahan, tapi usahakan tampilkan sikap terbaik di depan anak-anak. Jika ada masalah dengan pasangan, selesaikan berdua dan jangan sampai anda ribut di depan mereka. Jika orangtua menunjukkan perilaku yang harmonis dan saling menghargai, secara otomatis akan tertanam perilaku yang baik pula dalam diri anak-anak.

Dengan pedoman tersebut, paling tidak anda bisa berharap bahwa mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik, sekalipun anda tidak selalu berada di dekat mereka. Jika anda yakin dengan kondisi mereka, andapun dapat lebih tenang bekerja. Lagipula anda bekerja juga demi anak-anak bukan?

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: