jump to navigation

Kiat Melontarkan Pujian September 2, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, dunia kerja, informasi kerja, Karyawan, kerja tim, Lingkungan Kerja, masaah kerja, masalah dikantor, menghadapi teman kerja, Prestasi Kerja, tips dan trik kerja, tips kerja.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Pujian merupakan salah satu bentuk penghargaan dari seseorang kepada orang lain. Meskipun kecil, pujian diyakini dapat menambah semangat dan motivasi seseorang untuk menjadi lebih baik lagi. Secara tidak langsung, hal ini cukup berpengaruh loh bagi kelangsungan karir anda. Jika semangat kerja anda bertambah setelah dipuji bukankah akan memuluskan karir anda?

Lebih jauh lagi, pujian juga berdampak pada meningkatnya kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang lain yang dipuji. Tapi, meski kebanyakan orang suka dipuji, pujian tidak boleh dilontarkan secara asal. Jika anda tidak tahu teknik memuji, justru bisa membuat orang yang mendengarnya tidak nyaman. Nah di bawah ini adalah hal-hal yang harus anda perhatikan jika ingin memuji:

Spesifik

Jika memberikan pujian, cobalah mengatakannya dengan jelas dan lebih spesifik. Kalimat seperti “Cara kamu bagus mengatasi klien tadi…” tentu lebih berarti dibanding dengan “Kerjamu bagus,” yang terdengar seperti basa-basi. Lagipula pujian yang jelas juga membuat penerimanya menyadari mana hal-hal yang sudah baik dan mana yang belum baik dari dirinya.

Tulus

Orang akan tahu mana pujian yang basa-basi dan mana pujian yang tulus. Kalau anda sudah tahu hasil kerja rekan anda biasa saja, nggak perlu anda mengatakan bahwa hasil kerjanya bagus. Ingat, memuji juga harus pake alasan. Jika tiba-tiba anda memuji seseorang padahal tidak ada satu hal pun yang perlu dipuji, pujian anda terdengar sangat basa-basi. Pujilah hasil kerja seseorang jika hasil kerjanya memang benar-benar bagus.

Jangan membandingkan dengan diri sendiri

Dalam memberikan pujian, jangan mencampurnya dengan kekurangan pada diri sendiri. Misalnya, “Kamu memang kreatif ya, hasil kerja kamu bagus, nggak seperti saya..”. Pujian ini terkesan hanya untuk membandingkan kelebihannya dengan kekurangan anda. Lebih baik, bicarakan keluhan anda secara terpisah. Pujian yang anda lontarkan bersamaan dengan keluhan anda hanya akan menimbulkan perasaan bersalah bagi penerimanya.

Jangan membandingkan dengan orang lain

Di samping jangan membandingkan dengan diri sendiri, usahakan untuk tidak membandingkan dengan orang lain. Ucapan, “Kamu pinter bikin proposal ya, kalo Rika yang bikin mah payah… ” ini terdengar tidak bijaksana. Lebih baik anda memuji tanpa perlu mencampuradukkan dengan kekurangan orang lain. Karena pujian semacam itu mengesankan, selain jago memuji, anda juga jago mencela.

Ucapkan dengan wajar

Ucapkanlah pujian dengan wajar dan apa adanya. Pujian yang dilontarkan kelewat antusias dan berlebihan akan menghilangkan kesan yang tulus.

Teknik melontarkan pujian ini berlaku untuk siapa saja, baik kepada teman, keluarga, pacar, termasuk si bos. Ingat loh, jangan memuji dengan harapan akan mendapatkan pujian balik. Ini sama aja boong, pujian anda sama sekali tidak tulus. Lagipula ketulusan anda dalam memuji mencerminkan ketulusan sikap anda sehari-hari.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: