jump to navigation

Ungkapkan Kelemahan Dengan Cerdas September 2, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, artikel kerja, artikel pekerjaan, dunia kerja, informasi kerja, Karyawan, Lingkungan Kerja, masalah dikantor, masalah kantor, Prestasi Kerja, Tindakan Atasan, tips dan trik kerja, tips karyawan, tips kerja, tips kerja dikantor.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Membicarakan kekurangan diri sendiri memang jauh lebih sulit ketimbang membicarakan kelemahan orang lain. Makanya, bisa dimaklumi jika anda bingung ketika diminta mengungkapkan kelemahan diri dalam wawancara kerja. Mungkin anda berpikir, jika membicarakan kekurangan diri hanya akan merugikan diri sendiri. Lalu bagaimana sebaiknya menjelaskan kelemahan diri sendiri?

Mengungkapkan dan menjelaskan kelemahan diri sendiri tidak selalu merugikan. Asal anda bisa mengemas pembicaraan dalam nuansa yang positif, kelemahan yang anda ungkapkan bisa jadi menarik simpati pewawancara. Ingat, jangan pernah berbohong dengan mengatakan, “Saya tidak punya satu kelemahan pun..”. Ucapan semacam ini jelas-jelas salah. Karena siapapun di dunia ini, nggak ada yang sempurna. Lagipula ucapan tersebut terkesan sangat arogan. Ingat, kelemahan yang paling fatal justru jika anda tidak menyadari kelemahan diri sendiri.

So, jika anda diminta mengungkapkan kelemahan, ungkapkan dengan jelas. Tapi tentu saja anda harus pandai-pandai memilah mana kelemahan yang bisa menjadi kekuatan dan mana kelemahan yang tidak perlu diungkapkan. Kelemahan seperti pemarah, pemalas, dan manja adalah kelemahan yang tidak perlu diungkapkan. Lalu kelemahan apa dong yang bisa jadi kekuatan?

Di bawah ini beberapa contoh kelemahan yang dapat menjadi kekuatan:

-“Kalau bekerja saya seringkali lupa waktu. Bahkan kalau lagi asyik kerja, saya juga suka lupa makan siang.

-“Saya kelewat tegas terhadap diri sendiri, sehingga saya tidak bisa memaafkan jika saya melakukan kesalahan.

-“Saya memang bukan orang yang mengetahui dan menguasai segala bidang. Tetapi saya orang yang selalu ingin belajar. Saya bisa belajar dengan cepat untuk menguasai bidang tertentu..”

Jika anda dapat memformulasikan kalimat dengan tepat, si pewawancara dapat mendeteksi arah pembicaraan anda. Ia dengan mudah akan mengetahui kelebihan di balik kekurangan yang anda sebutkan. Jangan lupa setelah mengungkapkan kelemahan, sertai dengan ucapan “Saya bukan orang yang tertutup oleh perubahan. Menyadari kelemahan ini saya bisa merubahnya ke arah yang lebih baik”.

Kecerdasan anda mengelola kalimat dalam membicarakan kelemahan merupakan point tersendiri bagi anda. Pada intinya apapun kelemahan anda, ungkapkan secara positif sekaligus cerdas. Karena pada dasarnya, pertanyaan tentang kelemahan diri, bukan semata-mata untuk mengetahui hal-hal negatif tentang anda tetapi untuk mengetahui pandangan dan penilaian anda terhadap diri sendiri.

Nah, biarpun mengungkapkan kelemahan, buatlah agar pewawancara berpikir seribu kali untuk menolak anda. Selamat wawancara…!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: