jump to navigation

Larangan buat Para Manajer September 4, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, kerja tim, Lingkungan Kerja, Perusahaan, Tindakan Atasan, tips kerja.
Tags: , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Walau tidak banyak yang mengakui, sebenarnya tidak sedikit karyawan yang ingin menjadi bos. Paling tidak mereka mengidamkan minimal bisa duduk di level manajer. Karena dengan posisi tersebut mereka sudah bisa dipanggil dengan kata ‘Bos’. Tapi jangan dikira jadi bos itu selalu enak loh. Selain dituntut untuk memiliki keahlian di atas anak buah, anda pun dituntut mampu mengatur anak buah tanpa terkesan menggurui dan menguasai.

Tentu saja ini bukan hal mudah. Karena anda harus bisa menyamakan dan menyatukan persepsi mereka yang sudah pasti berbeda-beda. Kalau anda nggak tau triknya bisa-bisa mereka tidak menyukai anda, bahkan bisa aja membenci anda. Nah loh! Anda nggak mau kan mengalami nasib demikian..? Nah, agar anda sukses sebagai manajer, ada baiknya anda menyimak sejumlah larangan di bawah ini:

– Jangan menekankan semua anak buah untuk memiliki kemampuan yang sama. Ingat, mereka memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Anda juga tidak bisa memaksa mereka untuk sepintar dan semampu anda. Karena mereka bukanlah perwujudan diri anda. Sebaliknya anda harus menghargai perbedaan tersebut dengan memberi tanggung jawab pada mereka, sesuai kapasitas masing-masing.

– Jangan memaksa mereka untuk mengerjakan tugas berdasarkan cara-cara anda. Anda tidak boleh terpaku pada pola anda sendiri. Berikan mereka kebebasan untuk menyelesaikan tugas sesuai cara mereka. Yang penting hasil akhirnya sesuai dengan harapan dan tujuan bersama.

– Jangan memberikan kritik secara pedas jika mereka melakukan kesalahan. Berikan kritik yang membangun dan objektif. Selain itu berikan mereka semangat dan dukungan agar mereka bisa berkarya lebih baik lagi. Jika hasil kerja mereka cukup baik, jangan ragu untuk memberikan pujian. Ini menunjukkan bahwa anda menghargai usaha mereka.

– Jangan terlalu sering menyendiri dan menutup pintu di dalam ruangan kerja anda. Sikap ini hanya akan membuat anak buah segan dan takut. Lagipula sikap ini menunjukkan anda tidak terbuka pada mereka. Meskipun anda lebih suka berada di dalam ruangan, sering-seringlah melakukan sosialisasi dengan staf dan anak buah. Hal ini selain akan mengakrabkan anda dan anak buah, juga akan membuat mereka berani mengungkapkan pendapat dan ide. Toh nggak ada salahnya kan jadi bos yang gaul?

– Meski anda memberi kebebasan bagi mereka untuk menyelesaikan tugas, jangan menunggu sampai mereka melaporkan hasilnya pada anda. Lakukan pengecekan pada setiap tahapan secara cermat. Sehingga jika mereka mengalami kesulitan, anda bisa mendiskusikannya bersama.

– Jangan lupa untuk mengingatkan mereka tentang target, prioritas dan deadline. Sehingga mereka lebih bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Untuk itu, jangan lupa jalin komunikasi dengan mereka. Ingat, komunikasi adalah hal terpenting bagi suksesnya sebuah hubungan, terlebih hubungan kerja.

– Jangan sekalipun menilai anak buah dari penampilan luar atau fisik.

Memang, sesuatu yang terlihat bagus secara fisik senantiasa menarik tetapi dalam hal ini anda harus melihat kompetensi mereka.

Dengan mengetahui larangan tersebut, anda berhasil merangkul anak buah tanpa kehilangan kewibawaan anda. Sehingga mereka pun akan senantiasa mendukung anda..!

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: