jump to navigation

Belajar Dari Perbedaan September 7, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, Karyawan, kerja tim, Lingkungan Kerja, menghadapi teman kerja, tips dan trik kerja, tips kerja.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

Setiap manusia memiliki tipe dan karakter yang berbeda. Hal ini menyebabkan perilaku dan kebiasaan setiap individu pun berbeda satu sama lainnya. Dan perbedaan inilah yang kadang memunculkan berbagai masalah dan menimbulkan friksi di tengah kehidupan manusia. Tak terkecuali dalam organisasi perusahaan yang terdiri dari banyak karyawan.

Penelitian dan sejumlah riset menyangkut perilaku pekerja menunjukkan sekitar 75 % populasi di lingkungan kerja sangat berbeda satu sama lain. Dan perbedaan merupakan pemicu utama terjadinya friksi-friksi. Memang, untuk menyatukan perbedaan tersebut bukanlah hal mudah. Tetapi sebenarnya hal tersebut bisa diatasi jika setiap karyawan mengetahui karakter masing-masing. Kalangan psikolog dan manajemen membagi tipe pekerja atau karyawan ke dalam empat tipe dan karakter:

Tipe Analitis

Tipe ini merupakan tipe pekerja yang dikenal sebagai si pemikir. Mereka senantiasa mengutamakan kesempurnaan dalam bekerja. Sehingga mereka kerap disebut juga si perfectionist. Karyawan atau pekerja tipe ini menginginkan segala sesuatu yang dilakukannya benar-benar sempurna. Nggak heran jika hasil kerja mereka termasuk memuaskan. Tapi, kelemahannya mereka sangat bersandar pada regulasi dan birokrasi sehingga terkesan text book.

Makanya mereka terkesan cukup lama dalam mengambil sebuah keputusan. Biasanya mereka akan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum pada keputusan final. Karena kepribadiannya yang perfecsionist, tipe pekerja ini lebih senang bekerja sendiri ketimbang dengan orang lain. Tetapi umumnya loyalitas mereka cukup teruji dan tak perlu diragukan lagi.

Tipe Amiable

Lain dengan tipe analitis, tipe amiable lebih senang bekerja dengan tim. Umumnya mereka kurang memiliki ambisi untuk menonjolkan kemampuannya pribadi. Mereka juga lebih senang bekerja di belakang layar dengan kemampuannya membangkitkan ide dan gagasan dari orang lain. Tipe ini mampu menampilkan kinerja yang maksimal jika berada dalam situasi yang stabil dan struktur kerja yang jelas. Mereka selalu siap bekerja sesuai dengan peran dan tugasnya.

Tipe Ekspresif

Tipe ekspresif dikenal sebagai tipe dengan karakter vokal dan ambisius. Mereka sangat menyukai pernyataan-pernyataan yang tegas dan kritis. Mereka pun lebih menyukai pekerjaan menantang yang mendapat perhatian banyak pihak. Pada intinya, pekerja tipe ini mempunyai kecenderungan untuk selalu mencari perhatian dan menjadi nomor satu. Makanya mereka sering dijuluki the front man. Mereka memiliki semangat yang tinggi dan selalu siap menghadapi tantangan. Bagusnya, mereka juga selalu siap memomampakan semangat jika rekan-rekannya kehilangan gairah dan semangat kerja. Makanya, mereka biasa tampil sebagai leader dalam suatu organisasi.

Tipe Driver

Dalam melakukan pekerjaannya, tipe driver sangat memfokuskan pada hasil. Tipe yang disebut the action man ini merupakan tipe pekerja yang paling praktis. Mereka bisa menentukan sasaran yang tinggi sekaligus cara-cara untuk mencapainya. Mereka sangat independent serta lebih suka menentukan sendiri apa sasarannya dibanding sasaran yang sudah ditentukan oleh orang lain. Hal yang menonjol dari tipe driver, mereka tidak terlalu suka menggunakan berbagai teori dan prinsip-prinsip dalam bekerja. Mereka lebih memfokuskan diri pada situasi yang lebih realistis. Karena mereka memang percaya pada fakta dan hal-hal yang rasional.

Memang, bekerja dengan perbedaan tipe dan karakter di atas merupakan hal yang cukup sulit. Bahkan tak jarang menimbulkan pergesekan, konflik, dan friksi. Tetapi sesungguhnya, jika dikolaborasikan dengan baik, perbedaan tersebut bisa jadi merupakan modal besar bagi kekuatan manajemen dan organisasi. Tentu saja kolaborasi tersebut harus dilakukan dengan sikap fleksibel dalam menghadapi masing-masing tipe.

Tetapi fleksibelitas ini pun sebaiknya dilakukan sesuai porsinya. Karena jika berlebihan justru akan menghilangkan kekuatan masing-masing. Pendek kata, kerja sama yang solid akan tercipta jika anda bisa menerima segala kekurangan plus kelebihan masing-masing, tanpa perlu memperdebatkan perbedaan yang ada. Justru dari perbedaan tersebutlah anda bisa saling belajar dan melengkapi. Dan penyatuan beberapa pemikiran cerdas yang berbeda biasanya akan menghasilkan sukses yang luar biasa.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: