jump to navigation

Hadapi Si Iri Hati di Kantor September 15, 2009

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, Karyawan, kerja tim, Lingkungan Kerja, tips dan trik kerja, tips kerja.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Dalam lingkungan kerja, anda tidak bisa menghindari interaksi dengan rekan-rekan di kantor. Anda dituntut untuk pandai bergaul dan menyesuaikan diri. Karena kepiawaian anda dalam berinteraksi plus komunikasi terbukti cukup jitu untuk mendongkrak karir anda. Tapi masalahnya, tidak semua rekan kerja itu menyenangkan loh.

Bahkan berdasarkan pengalaman banyak orang, nyaris di setiap kantor ada saja rekan kerja yang bersikap tidak simpatik dan tidak menyenangkan. Di antara sikap yang tidak simpati adalah sikap sirik alias iri hati. Memang, persaingan yang cukup ketat di lingkungan kerja terkadang menimbulkan benturan-benturan di antara sesama rekan kerja. Keberhasilan seseorang tak jarang dihadapi dengan rasa iri hari dan dengki oleh rekan lainnya.

Sebetulnya sikap iri hati itu adalah hal yang cukup manusiawi. Karena tiap orang tentu ingin sukses juga seperti orang lain di lingkungannya. Tapi pada kenyataannya orang yang iri hati banyak yang melakukan aksi destruktif terhadap orang yang ia anggap pesaingnya. Bahkan seringkali ia menganggap pesaing sebagai musuh. Sehingga ia menumbuhkan sikap sentimen terhadap orang yang menyainginya. Tak jarang ia melakukan tindakan yang berbahaya demi memuaskan rasa iri hatinya. Misalnya memfitnah dan menyebarkan kabar buruk tentang orang yang membuatnya iri hati. Dan setiap bertemu muka ia akan pasang wajah masam. Mengerikan ya…?

Nah bagaimana jika ada orang yang iri hati terhadap kesuksesan anda di kantor? Tentu sangat tidak nyaman bukan? Mungkin kalau cukup iri hati tanpa melakukan tindakan yang merugikan, tidak masalah. Tapi jika sampai bertindak di luar batas kesabaran hingga mengganggu kenyamanan anda di kantor, anda tidak bisa tinggal diam. Anda perlu siasat tersendiri.

Tapi ingat, menciptakan genderang permusuhan dengan si iri hati bukanlah solusi yang pas. Melabrak dan memakinya juga sangat tidak intelek. Karena tentu ia akan semakin tidak menyukai anda. Lalu bagaimana dong…? Yang terpenting, anda harus menjaga emosi. Jangan terpancing melakukan aksi balas dendam. Berpikirlahlah positif bahwa orang yang iri pada anda sesungguhnya memperhatikan anda. Lagipula emosi hanya akan membuat pekerjaan anda terganggu.

Lebih baik anda fokuskan perhatian pada pekerjaan. Berikan kesan bahwa anda tidak terpengaruh oleh sikapnya. Abaikan saja segala perilakunya yang memancing emosi. Biasanya si iri hati gemar mengkait-kaitkan masalah pekerjaan dengan hal-hal yang tidak relevan, ingat jangan terpancing.

Untuk sementara, agar lebih aman jaga jarak komunikasi dengannya. Karena memang gerah juga kalau harus berdekatan dengan orang yang selalu iri. Jika terlalu dekat dengannya dikhawatirkan masalah akan semakin meruncing. Meski demikian, jika anda terpaksa berkomunikasi dengannya bersikaplah netral. Berusahalah untuk tetap berkomunikasi dengan baik. Pada intinya anda harus fleksibel menghadapinya, kapan anda harus mendekatinya dan kapan anda harus menjaga jarak dengannya.

Jika penyakit irinya nggak sembuh-sembuh alias kelamaan, anda jangan lantas membencinya. Anda justru harus kasihan dengan orang semacam ini. Sebagai teman, sekalipun ia membenci anda, anda harus bersikap bijak. Ajak ia bicara baik-baik untuk membicarakan masalah sesungguhnya. Katakan bahwa anda pun sebenarnya masih banyak kekurangan dan masih perlu belajar. Biasanya sikap rendah hati akan membuatnya sadar bahwa anda tidak layak dibenci.

Sebaliknya sikap arogan akan membuatnya semakin panas dan bersemangat membenci anda. Tekankan bahwa ia tetaplah rekan kerja anda dan merupakan bagian dari tim. Katakan bahwa andapun bersedia membantunya jika ia menghadapi kesulitan. Tetapi kalau sikap baik anda tetap dihadapi dengan konfrontasi, apa boleh buat. Berarti memang ada sesuatu yang nggak beres pada dirinya. Daripada makan ati, lebih baik anda cuekin aja.

Sebisa mungkin hindari pembicaraan dengannya untuk meminimalkan masalah, kecuali terpaksa. Dan jangan pernah menjelek-jelekkan namanya. Bersikaplah senetral dan sebiasa mungkin. Dengan demikian, lama-lama ia juga sadar kalau sikap irinya hanya akan membakar dirinya sendiri.

Comments»

1. sangimage - July 25, 2010

Waduh, kalo aku terbalik nih, aku bisa dikatakan sebagai si iri. masih untunglah aku menyadari kalo aku iri hati sama dia, kalo gak, bisa berabe iya gak sih?? hehehehe ngeles aje
cuma sebenrnya yang aku sebel dari si stafku ini adlh, rasa gak hormatnya dia pada jam kerja, masak jamkerja telpon2an sama pacarnya sampe berjam2??!! Gila gak tuh, gue yang denger risih buuu. gak pingan negor, cuma dengan sindiran mungkin berhasil, misal setiap dia terima telpon gue lansung pake earphone dan nyanyi sekenceng2nya, eh di tetep aja ndableg. Ckckckckckck, lulusan sih sarjana tapi otaknya gak ada. Terus dia tuh (menurut gue) tebar pesona gitu sama orang2 (memang tampangnya lumayan, ini kali ya yg bikin gue iri), sampe2 suami orang aja dia deket2in, dah kesebar seluruh kantor pake ngelak pula. tambah bete gue. Ngadepin staff ndableg kayak gini gimana donk……?????????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: