jump to navigation

Jumpa Pertama yang Mengesankan March 5, 2010

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, artikel kerja, artikel pekerjaan, dunia kerja, hubungan dikantor, hubungan kerja, Karyawan, kerja dikantor, Lingkungan Kerja, Marketing, masalah dikantor, masalah kantor, menghadapi teman kerja, Prestasi Kerja, profesional kerja, sukses dikantor, sukses kerja, tips dan trik kerja, tips karyawan, tips kerja, tips kerja dikantor, trik dikantor, trik kerja, Wanita dan Pekerjaan.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

“Kesan pertama begitu menggoda”. Masih ingat kan jargon iklan parfum lelaki ini beberapa waktu lalu? Jargon iklan tersebut memang benar adanya. Karena kesan pertama yang menarik memang penting untuk membangun hubungan dengan orang lain yang baru anda temui. Terlebih dalam hubungan bisnis. Jumpa pertama yang mengesankan akan memudahkan jalan anda untuk meraih keuntungan.

Jika kesan pertama udah nggak oke, tipis kemungkinan hubungan bisnis akan berlanjut ke arah yang lebih menguntungkan. Karena itu ada beberapa aturan dalam memulai hubungan bisnis. Pada intinya semua aturan ini membimbing anda untuk menjadi orang yang mengesankan pada perjumpaan pertama. Kita intip aturannya yuk:

Busana

Berpakaian dengan baik merupakan kunci pertama untuk menjadi orang yang mengesankan. Meski belakangan ini selera berpakaian pelaku bisnis sudah mulai bergeser ke gaya casual, namun anda tetap perlu mempertimbangkan pilihan busana yang akan anda gunakan. Pilihlah busana yang pantas dengan waktu dan tempat dimana anda akan menemui seseorang atau menghadiri acara tertentu. Pastikan bahwa busana yang anda pilih dalam keadaan bersih, rapih, dan sesuai dengan pribadi anda.

Pembicaraan

Gunakan tata bahasa yang baik ketika berbicara. Hindari berbicara dengan bahasa preman. Bahasa preman yang kelewat gaul menimbulkan kesan pertama yang kurang baik. Jangan menggunakan kata ‘elu gue’ kepada orang yang baru anda kenal. Kemudian fokuskan pembicaraan dengan suara yang jelas. Berbasa-basi boleh aja asal jangan kebanyakan. Sesuaikan pembicaraan dengan maksud pertemuan. Jangan biarkan pembicaraan anda ngelantur kesana kemari. Hindari juga pembicaraan sensitif yang berbau sara, politik, dsb.

Jadi pendengar yang baik

Selain berbicara dengan baik, anda juga dituntut untuk bisa menjadi pendengar yang baik. Saat ia bicara, pastikan anda memahami apa yang dikatakannya. Jangan ragu untuk memberi tanggapan seputar pembicaraannya. Tetapi jangan menyela pembicaraannya saat ia tengah berbicara dengan semangat. Gunakan waktu yang tepat untuk menanggapi pembicaraannya.

Bahasa tubuh

Bahasa tubuh yang baik menunjang kesuksesan anda. Antara lain lakukan kontak mata dengan lawan bicara. Kontak mata yang terfokus mengesankan bahwa anda ‘care’ terhadap lawan bicara. Jangan terlalu sering mengalihkan pandangan mata kesana kemari. Ini menandakan anda sedang gelisah dan tidak tertarik pada pembicaraannya. Jangan bertopang dagu dan jangan terlalu sering menggerakkan tangan. Gerakkan tangan yang anda lakukan hanya untuk memperjelas ucapan anda. Jika bicara dalam posisi duduk, duduklah dengan nyaman tetapi jangan kelewat santai dengan bersandar kursi hingga terlihat setengah tidur. Duduklah dengan punggung yang tegak, tetapi tidak kaku.

Sebut namanya

Kalau bisa, sebut nama relasi baru anda sesering mungkin. Dengan menyebut namanya pada pertemuan pertama, menunjukkan bahwa anda menghargai dan tidak melupakan namanya. Cara ini membantu anda untuk melakukan pendekatan pribadi dengannya. Lagipula dengan menyebut namanya pada setiap pembicaraan, menunjukkan bahwa anda menaruh perhatian pada pertemuan ini.

Tersenyum

Sesekali tersenyumlah agar wajah anda tidak tegang. Tapi jangan tersenyum terlalu lebar. Dengan senyum selain anda akan lebih enak dipandang, anda pun akan lebih rileks berbicara.

Jabat tangan

Di awal dan di akhir pertemuan ulurkan jabatan tangan yang paling hangat. Jangan terlalu kuat atau terlalu lemah. Berikanlah kesan terbaik saat anda baru bertemu dan saat ingin berpisah dengannya.

Kesan pertama yang baik di awal pertemuan akan memuluskan pertemuan berikutnya.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: