jump to navigation

Kharisma Bisa Ditumbuhkan March 5, 2010

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, artikel kerja, artikel pekerjaan, dunia kerja, informasi kerja, Karyawan, kerja dikantor, Lingkungan Kerja, Prestasi Kerja, profesional kerja, sukses dikantor, sukses kerja, tips dan trik kerja, tips karyawan, tips kerja, trik kerja.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Coba perhatikan deh rekan-rekan kerja anda di kantor. Adakah yang wajah dan penampilannya biasa-biasa saja tetapi cukup menyenangkan, baik dilihat maupun diajak bicara? Padahal kalau dilihat-lihat lebih jauh tidak ada sesuatu yang menonjol pada dirinya, semua terlihat biasa-biasa aja. Tapi herannya walau biasa aja ia tetap keliatan menarik. Kenapa ya..? Bisa dipastikan orang tersebut memiliki kharisma.

Banyak yang mengatakan bahwa kharisma yang dipancarkan seseorang merupakan ‘bawaan’ sejak lahir. Artinya ada yang ditakdirkan memiliki kharisma dan ada yang tidak. Seseorang yang tidak punya kharisma meskipun memiliki wajah yang tampan atau cantik dan punya otak yang cemerlang, tetapi kelihatan kurang menarik. Sepertinya ada sesuatu yang kurang pada dirinya. Tapi kharisma seseorang juga bisa bersifat subyektif atau dipengaruhi like or dislike. Namun, terlepas dari semua itu sebetulnya kharisma bisa dipelajari dan diusahakan. Bagaimana caranya? Bagi yang ingin punya kharisma coba gebet terus deh.

– Untuk memiliki kharisma, mulailah dari dalam diri sendiri. Benahi dulu perilaku anda sehari-hari. Cobalah untuk menghargai orang lain seperti menghargai diri anda sendiri. Sekalipun anda tergolong orang yang pandai, jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain. Dan jangan pernah mencela kekurangan orang lain. Ingat loh, sekalipun anda menganggap diri anda sudah oke, anda juga nggak lepas dari kekurangan.

– Jagalah sikap dan tutur kata anda. Kepada rekan kerja yang lebih tua atau kepada atasan jangan cuma memanggil namanya. Pakailah kata sandang seperti Mas, Mbak, Pak, atau Bu. Kalau anda nekat memanggil namanya seperti dengan teman anda akan dicap ‘tidak memiliki tata krama’. Begitu juga dalam berbicara. Jangan bicara dan bercanda sembarangan kepada bos atau rekan yang tidak begitu dekat dengan anda. Karena selama ini orang yang punya kharisma adalah orang yang pandai menyesuaikan diri plus tahu sopan santun.

– Cobalah untuk tersenyum setiap kali bertemu dengan rekan yang anda kenal. Nggak perlu berlebihan tetapi juga jangan cuma basa-basi. Tersenyumlah dengan tulus. Untuk memulainya, coba deh anda ambil sebuah cermin dan berlatihlah tersenyum hingga anda mendapatkan senyum yang benar-benar patent.

– Pelajari seni memuji orang dengan tulus. Ingat, orang akan tahu loh mana pujian yang tulus dan mana yang basa-basi. So, kalau memuji cuma untuk mencari perhatian dan topeng pergaulan doang, lebih baik nggak usah deh, daripada anda dianggap muna.

– Belajarlah untuk mengekspresikan empati anda terhadap rekan yang tengah dilanda kesulitan. Jika ia mengadukan keluhannya pada anda dengarkan dengan baik dan ucapkan kata-kata yang bisa menghiburnya.

– Perbaiki penampilan anda. Gunakan pakaian yang sesuai dengan kepribadian dan tidak melanggar batas-batas kesopanan. Jangan gunakan pakaian yang sudah lusuh dan robek, apalagi pakaian ke kantor. Dan sisirlah rambut anda dengan rapih. Bagi wanita berdandanlah sepantasnya. Kemudian mandi dan gosok gigi paling tidak dua hari sekali, karena percuma juga loh kalau penampilan anda oke, sikap anda baik tetapi bau tubuh dan nafas anda nggak enak, wah ya nggak ada yg mau deketin anda dong.

Selebihnya, untuk menambah kharisma diri anda, bekali diri anda dengan pengetahuan dan wawasan yang luas. Jangan ragu untuk menambah keahlian dan ketrampilan dengan mengikuti kursus-kursus. Ikuti berita dan informasi terkini. Sehingga paling tidak, kalau diajak ngobrol dengan rekan kantor, anda nggak akan dianggap si lemot. Nah, udah siap kan jadi orang yang berkharisma? Jadi, sekarang siap-siap aja deh menebar pesona di kantor…!

Comments»

1. aditya - August 5, 2010

good good
saya sangat senang tentang semua hal yang membuat diri kita masing2 bisa untuk ber intropeksi thdp apa yang sudah kita lakukan.
terlebih untuk seseorang yang tidak punya banyak waktu untuk koreksi diri di karenakan terlalu banyaknya waktu tersita untuk bekerja.
bahasa bahasa seperti inilah yang bisa membuat kita ingat bahwa setiap orang pasti punya kekurangan.thxx


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: