jump to navigation

Menghadapi Rekan Sok Tahu March 5, 2010

Posted by forjulian in artikel dunia kerja, artikel kerja, artikel pekerjaan, dunia kerja, hubungan kerja, Karyawan, kerja dikantor, kerja tim, menghadapi teman kerja, persaingan dikantor, Prestasi Kerja, profesi kerjaan, profesional kerja, sukses dikantor, sukses kerja, tips dan trik kerja, tips karyawan, tips kerja, tips kerja dikantor, trik dikantor.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
trackback

Berbicara dengan rekan kerja yang wawasannya luas emang asyik. Kita bisa ngobrolin apa aja sekaligus bisa bertanya hal-hal yang nggak kita tahu. Tapi gimana kalo bicara dengan rekan yang sok tahu? Biasanya orang yang sok tahu gemar sekali berbicara. Dalam setiap pembicaraan dengan siapapun ia hampir selalu mendominasi. Dan parahnya banyak juga isi pembicaraannya yang ngelantur alias salah.

Biasanya pendengarnya lama-lama akan merasa gerah dan nggak betah mendengarkan obrolannya. Paling tidak, anda juga akan gemas mendengar obrolannya, sementara anda tahu apa yang diucapkannya bukanlah informasi yang benar. Dan ujung-ujungnya anda mau meralat ucapannya bahwa itu nggak bener. Tapi sebelum anda menyangkal ucapannya, perlu anda ketahui, tak ada satu orang pun di dunia ini yang suka disalahkan. Sekalipun orang itu sadar bahwa dirinya salah.

Makanya jika anda ingin meralat atau membenarkan ucapan seseorang ada cara tersendiri. Anda tidak bisa memvonisnya dengan mengatakan, “Kamu salah..!”. Anda harus bisa berkompromi dengan situasi dan kondisi yang ada. Jika masalahnya cukup sepele, anda tidak perlu ngotot menjadi si juru benar. Dalam obrolan yang ringan, anda tidak usah menampakkan wajah serius untuk meralat ucapannya. Berikut ini tips meralat ucapan yang salah:

– Jika rekan anda mengucapkan informasi yang salah, jangan langsung menyalahkannya. Tarik nafas sejenak. Biarkan rekan anda selesai bicara. Nah jika anda ingin meluruskan, mulailah dengan ucapan,..”Setahu saya begini…”. Kalimat ini mengesankan anda tidak berlagak seperti orang yang paling tahu. Berbeda jika anda mengucapkan, “Kamu salah besar, seharusnya begini…”. Kalimat ini menandakan anda orang yang tidak luwes dan tidak kompromis menghadapi suatu kondisi.

– Jika ia berulang kali mengucapkan informasi yang salah, cukup tiga kali anda meralatnya. Lebih dari itu, anda akan dicap sebagai orang sok sempurna dan tidak bisa menerima kekurangan orang lain. Batasi sikap menyalahkan anda. Selebihnya, lupakan saja obrolannya. Nggak perlu diresapi apalagi diambil hati.

– Bersikaplah rileks setiap rekan anda itu ngajak ngobrol. Jangan menampakkan wajah tidak suka dan antipati. Jika anda selalu tampil sebagai juru benar di hadapannya, obrolanpun menjadi tegang dan sama sekali tidak menyenangkan.

– Jika anda sudah nggak tahan dengan obrolannya yang konyol dan banyak kebodohan yang ditampilkannya, nggak perlu sewot. Sudahi obrolan dengan mengambil sikap yang paling natural. Misalnya dengan mengatakan anda ada kerjaan, pengin ke kamar kecil, dll.

Pada intinya kepandaian anda menghadapi setiap orang dengan karakter yang berbeda, merupakan modal bagi anda untuk merentangkan networking dan memperluas pergaulan. Kondisi ini jelas akan menguntungkan anda. Bukankah untuk sukses dalam karir juga dibutuhkan keluwesan bergaul..? Termasuk di dalamnya bisa menghadapi orang yang paling sok tahu sekalipun.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: